Perpustakaan Pandhu Ilmu SMP Negeri 1 Pajangan lahir seiring dengan berdirinya sekolah ini, bermula dari sebuah ruang sederhana yang menjadi tempat bernaungnya buku-buku cetak dan literatur wajib. Selama puluhan tahun, perpustakaan ini telah menjadi saksi bisu tumbuh kembangnya ribuan siswa di bumi Pajangan, berfungsi sebagai jendela informasi yang melayani kebutuhan kurikulum.
Seiring berjalannya waktu dan pesatnya arus perkembangan teknologi di abad ke-21, perpustakaan ini menyadari bahwa tantangan zaman tidak lagi bisa dihadapi hanya dengan deretan rak buku statis. Pada tahun 2019 dimulailah sebuah langkah besar transformasi. Perpustakaan ini kemudian secara resmi menyandang nama "Pandhu Ilmu".
Nama Pandhu diambil dari tokoh pewayangan Prabu Pandhu Dewanata, ayah dari para Pandawa. Yakni sosok pembimbing, sebagaimana Pandhu membimbing anak-anaknya (Pandawa) menjadi ksatria unggul, perpustakaan ini menjadi wadah bimbingan bagi siswa untuk mencapai kejayaan intelektual. Dewanata (Cahaya Ilahi): Melambangkan ilmu pengetahuan sebagai cahaya penuntun yang suci dan bermanfaat bagi kemanusiaan.
Perpustakaan Pandhu Ilmu atau yang dulunya perpustakaan SMP Negeri 1 Pajangan mulai beroperasi pada tahun 1985, seiring dengan kebutuhan penyediaan sumber belajar bagi peserta didik dan guru. Pada tahap awal, koleksi yang tersedia masih terbatas dan pengelolaannya dilakukan secara sederhana. Namun, seiring dengan perkembangan sekolah serta meningkatnya jumlah peserta didik, perpustakaan terus mengalami pembenahan baik dari sisi koleksi, sarana prasarana, maupun sistem layanan.
Dalam perjalanannya, perpustakaan mengalami berbagai pengembangan, termasuk penataan ruang yang lebih representatif, penambahan koleksi sesuai kurikulum, serta integrasi program literasi sekolah. Transformasi juga dilakukan dalam menghadapi era digital melalui pengembangan layanan berbasis teknologi informasi.
Sebagai bagian dari satuan pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta, perpustakaan turut menginternalisasikan nilai-nilai pendidikan khas Kejogjaan seperti unggah-ungguh, tepa selira, gotong royong, serta semangat hamemayu hayuning bawana dalam setiap program literasi dan layanan. Hingga saat ini, Perpustakaan Pandhu Ilmu terus berupaya menjadi pusat sumber belajar yang inovatif, profesional, serta berperan aktif dalam penguatan pendidikan karakter dan literasi digital.